Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Header Ads

Hikmah Ramadhan RC # 16

 Penyempurna Taubat 



Tidak ada manusia yang terbebas dari dosa kecuali nabi. Bagi orang yang melakukan dosa, tidak ada tindakan yang lebih baik kecuali bertaubat. 


Bertaubat merupakan sarana bagi manusia bukan  saja untuk menghapus dosa tetapi juga untuk meraih pahala.  Taubat terbaik adalah taubat  nasuha. 


Taubat nasuha dilakukan melalui empat langkah:  mengakui kesalahan, berhenti dari dosa, menyesali  perbuatan dosa itu dan diikuti keinginan untuk tidak mengulangi perbuatan dosanya. 


Untuk menjaga agar tidak kembali terjerumus ke dalam dosa yang sama, ada beberapa amalan penyempurna taubat .  Diantara perkara yang menjadikan taubat seorang menjadi sempurna adalah dengan;


Pertama: selalu memperbarui taubat. Keadaan orang mukmin tidak pernah lepas dari dosa. Kadang dosa dilakukan berulang. Di masa lalu telah melakukan dosa lalu bertaubat, di kemudian  hari melakukan dosa yang sama. Untuk itu menjadi penting untuk senantiasa bertaubat dari waktu ke waktu.

Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda ; 

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَالَ وَعِزَّتِكَ يَا رَبِّ لاَ أَبْرَحُ أُغْوِى عِبَادَكَ مَا دَامَتْ أَرْوَاحُهُمْ فِى أَجْسَادِهِمْ. قَالَ الرَّبُّ وَعِزَّتِى وَجَلاَلِى لاَ أَزَالُ أَغْفِرُ لَهُمْ مَا اسْتَغْفَرُونِى

“Sesungguhnya setan berkata : ‘Demi kemuliaan-Mu wahai Rabbku, aku akan selalu menggoda hamba-Mu selama ruh mereka ada dalam tubuh mereka.’ Tuhan berkata, ‘Demi Kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku akan selalu mengampuni mereka selama mereka minta ampun kepada-Ku.” [ HR. Hakim, 4/261. Hadist hasan menurut al Bani rahimahullah Shahihul-Jami’, no. 1650].


Kedua: Jauhi dosa-dosa kecil. Dosa kecil adalah semua dosa yang tidak diancam dalam al Qur’an dan hadist dengan neraka. Tetapi jika dosa kecil ini dianggap remeh, maka akan menjadi besar tanpa disadari. Setanpun terus membisikkan pada seseorang untuk menganggapnya kecil hingga ia terus melakukannya. Karena dosa apapun jika telah menetap pada diri seseorang akan menjadikan nikmat dan ketagihan hingga sulit baginya untuk meninggalkan. 


Ketiga: Jauhi para pelaku maksiat. Karena keburukan itu menular. Sapa berteman dengan teman yang buruk ia akan tertular oleh keburukannya itu. Karena teman yang buruk prilakunya hanya akan menjauhkan kita dari Allah Ta’ala, menambah keburukan, kefasikan dan kemaksiatan. Merekapun juga tidak akan pernah membantu kita dalam ketaatan pada-Nya. 


Keempat: Banyak beramal shalih yang dapat menghapus dosa. Berbagai amal shalih akan dapat menghapus dosa seseorang. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasllam :

 اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

"Bertakwalah kepada Allah dimanapun kalian berada. Dan ikutilah keburukan dengan kebaikan yang akan menghapusnya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik”. [ HR. At Turmudzi dan dihasankan oleh al Albani dalam shahih sunan Turmudzi no. 1618 ].


Kelima: Memperbanyak istighfar. Istighfar artinya permintaan ampun pada Allah Ta’ala atas berbagai dosa yang kita lakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Seorang hamba sangat membutuhkan maghfirah atau ampunan dari Allah Ta’ala karena ia berdosa siang dan malam.

Posting Komentar

0 Komentar