Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Header Ads

Hikmah Ramadhan RC # 18

 Menyikapi Musibah



Mushibah itu merupakan keniscayaan bagi manusia. Tidak ada orang  yang hidupnya bebas dari musibah. Ada saat-saat tertentu manusia itu pasti menderita.

Karena musibah itu pasti hadir dalam hidup manusia, maka perlu bagi manusia untuk mempersiapkan diri menghadapi musibah. Agar musibah tidak menghadirkan duka yang dalam  dan derita yang bertambah-tambah. Karena sesungguhnya  sikap kita terhadap musibah menentukan besar-kecilnya derita yang dirasa.

Ada bebera sikap yang bisa mengurangi derita yang menghampiri dan bersamaan itu menghadirkan pahala yang berlimpah-limpah:

Mengimani dan Ridho atas qadar (ketentuan) Allah.

Mukmin wajib yakin bahwa musibah itu ketentuan Allah dan kita wajib ridha  atas taqdir Allah. Sikap ini menjadikan manusia lebih mudah menghadapi mushibah.  Allah berfirman:

إِنَّ عِظَمَ الۡجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الۡبَلَاءِ، وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوۡمًا ابۡتَلَاهُمۡ، فَمَنۡ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنۡ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya besarnya balasan sesuai dengan besarnya cobaan. Dan sungguh jika Allah mencintai suatu kaum, maka dia akan memberi cobaan kepada mereka. Sehingga barangsiapa ridha, maka dia akan mendapatkan keridhaan Allah. Dan barangsiapa marah, maka dia pun akan memperoleh kemurkaan Allah.” 

 (HR Tirmidzi, no. 2396, hadis hasan).

Sabar

Sabar, menurut Imam Suyuthi dalam Tafsir al-Jalalain, adalah menahan diri terhadap apa-apa yg Anda benci (al-habsu li an-nafsi ‘alaa maa takrahu). Sikap inilah yg wajib kita miliki saat kita menghadapi musibah. Selain itu, disunnahkan ketika terjadi musibah  kita mengucapkan kalimat istirja’ (Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun). Allah SWT berfirman: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yg sabar. orang-orang yg apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.’” (QS al-Baqarah [2] : 155-156)


Mencari Hikmah di balik musibah

Tidak ada suatu ketetapan dari Allah yang akan mencelakakan hamba-Nya. Allah itu sangatlah besar kasih dan sayang-Nya kepada manusia. Kalaulah Allah memberikan musibah kepada manusia tentu Allah menghendaki kebaikan di balik  penderitaan itu. 


Ketika musibah datang bisa jadi Allah sedang mengingatkan hamba-Nya yang sedang menempuh jalan menyimpang untuk kembali ke pelukan-Nya. Bisa jadi musibah itu merupakan jalan yang dipilih Allah untuk mengampuni dosa-dosa.

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali dengannya Allah akan menghapus sebagian dosanya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Posting Komentar

0 Komentar